Posted by: Yohanes Ferdinand | April 13, 2010

Keputihan, pektaay, bukan masalah lagi..


Keputihan, pektaaay, bukan masalah lagii.kan ada si putiiih, gw putiiih..hahahaha..ya ya ya..skarang gw mau ngomongin soal nyang namanya keputihan ato bahasa medisnya leukorrhea. jadi dengerin aye baek2 ya nak..meskipun mungkin ga terlalu banyak yg bisa dijelasin dan mungkin ada salah-salah kate..mohon dimaklumin aja yee..hehehe..

KEPUTIHAAN..

dimulai dari pengertiannya sendiri, yang mungkin sepele tapi lumayan ngebantu buat setidaknya ga salah kaprah apa itu keputihan. keputihan adalah cairan yang keluar dari saluran genitalia wanita (vagina) yang sifatnya tuh berlebih dan yang harus dipastikan bukan darah. kalo darah namanya kemerahan kali ya.haha..Nah, kenapa di definisi itu disebut cairannya berlebih? berlebih berarti lebih banyak dari biasanya atau normalnya, nah berarti emang ada saat-saat tertentu ato ada momen-momen tertentu yang bikin para wanita di luar sana keputihan, ato istilah medisnya leukorrhea yang fisiologis.

Kapan terjadinya leukorrhea fisiologis?

keputihan normal terjadi saat momen bahagia seperti pernikahan, pacaran, dll..hahaha..kagak deng, bcanda..keputihan itu normalnya terjadi saat sebelum haid atau setelah haid, saat ovulasi atau pembuahan sel telur, saat hamil atau menyusui, saat stress, saat aktivitas seksual..

Apa yang harus diketahui wanita dan harus diingat?

Gw cuma mau ngingetin para wanita yang mengalami keputihan, meskipun kita bisa mencari tahu tentang keputihan ini lewat internet, tapi ada baiknya kita ke dokter buat pengobatannya.. Nah, biar dokter-dokter itu bisa mendiagnosis secara tepat, kita harus tau dan lebih baik lagi kalo bisa mencatat atau sekedar mengingatnya tentang hal-hal sebagai berikut : JWBK!! gw yang bikin sendiri singkatannya (Jangan-jangan Wanita Bau Keputihannya), tapi bukan itu yang harus diinget, kepanjangan yang asli itu : Jumlah (harus diinget jumlahnya itu meningkat dari biasanya atau biasa saja), Warna : apa warnanya?putih / jernih, atau seperti susu, atau kuning kehijauan, dll), Bau : inget baik-baik baunya, ga perlu dicium deket2 kok, kalo emang bau pasti kecium.hahaha..bau-bau yang khas itu : bau busuk, bau amis seperti ikan, atau ga bau, dan yang terakhir adalah Konsistensi : apakah cair, atau kental, atau seperti susu pecah, atau berbusa, dll., Nah kalo menurut gw sih, itu yang harus diinget. Knapa harus diinget?karna biasanya dokter-dokter harus menanyakan hal-hal tersebut untuk mengetahui penyebabnya, meskipun bakal ditanya-tanya yang laen, tapi itu aja udah membantu banget kalo kata gw..

Apa saja yang menjadi penyebab keputihan yang patologis?

Banyak penyebabnya woi, jadi yang penting-penting aja ya.hehehe, yang pasti secara garis besar tuh bisa disebabkan oleh infeksi (bakter, virus, jamur, parasit), keganasan (bukan suami atau istri yang ganas, tapi kanker kayak kanker leher rahim atau Ca cervix), obat-obatan (kortikosteroid, atau pengobatan hormonal), benda asing yang tertinggal di saluran genital wanita : tampon, kondom, cincin pesarium, alat kontrasepsi intra uterin, atau sekedar tanah yang masuk.

Kenapa bisa terjadi infeksi?

nah, buat ngertiin kenapa bisa terjadi infeksi harus tau dasarnya dulu. Lets make it simple..normalnya itu di saluran kelamin wanita ada bakteri, tapi bakteri ini tuh penolong wanita. kayaknya jenis kelaminnya laki-laki deh. jadi ngelindungin wanita..hehehe..nah si bakteri penolong ini (lactobacillus acidophillus) tuh ga ngebiarin bakteri-bakteri lain masuk dan berkembang biak di saluran kelamin wanita dengan berbagai cara : produksi asam laktat, hidrogen peroksida, dan dengan cara menempel di saluran kelamin wanita. Dengan cara-cara itu, bakteri-bakteri jahat (patogen) ga akan bisa berkembang biak. Jadiii, kalo ada ketidakseimbangan yang mengakibatkan si bakteri penolong ini jumlahnya jadi sedikit maka si bakteri patogen yang menang dan bisa mengakibatkan infeksi, jadi keputihaan dehh..

Kenapa ketidakseimbangan itu bisa terjadi?

Kenapa bisa terjadi?setau gw sih karena pengaruh hormonal, khususnya hormon estrogen, nah ga jelas penyebabnya apa, tapi si hormon estrogen itu bisa mengakibatkan glukosa (yang terkandung di cairan vagina normal) jadi menurun kadarnya, sedangkan si glukosa itu tuh bahan buat perang si bakteri penolong. Glukosa bakal dipake atau dimetabolisme oleh bakteri buat menghasilkan asam laktat, nah asam laktat ini yang bikin pH di saluran vagina itu menjadi asam (normal) untuk mencegah bakteri jahat masuk. Kadar estrogen sendiri juga bisa langsung mempengaruhi jenis bakteri yang ada di situ, tapi ga jelas kenapanya.

Apa saja kuman-kuman yang bisa menyebabkan keputihan?

1. Trichomonas vaginalis

  1. keluhannya : cairan vagina yang banyak, baunya busuk/tidak enak, gatal di daerah sekitar kemaluan (vulva), nyeri saat melakukan hubungan seksual (dyspareunia)
  2. pemeriksaan : eritem, bengkak, lecet pada vulva, pada pemasangan spekulum terasa nyeri, dinding vagina eritem, terlihat cairan vagina berwarna kuning, bergelembung, banyak, dan berbau tidak enak (ada gambaran strawberry cervix dan frothy / foamy), pemeriksaan pH > 4,5, whiff test biasanya (tidak selalu) positif, pada pemeriksaan mikroskopis ditemukan pergerakan si kuman, dan bentuknya ovoid, lebih besar dari sel PMN, memiliki flagel; dapat ditemukan clue cell, dan leukosit.
  3. pengobatan : metronidazole 2×500 mg selama 7 hari, dan ga boleh dikasih pada wanita hamil, jadi diganti dengan klotrimazol 100 mg/hari selama 7 hari

2. Jamur Candida albicans

  1. keluhan : gatal pada daerah kemaluan, disuria eksternal (nyeri saat kencing mengenai daerah vulva atau kemaluan), atau nyeri saat melakukan hubungan seksual.
  2. pemeriksaan : vulva eritem, edema, lecet, pemeriksaan spekulum : jumlah bervariasi, konsistensi cair atau seperti susu pecah, ada gambaran cottage cheese (keju) pada dinding vagina yang kemerahan (eritem), ph <4,5, whiff test negatif, pemeriksaan KOH / gram didapatkan blastospora, lonjong, pseudohifa, dan sel tunas.
  3. pengobatan : klotrimazol 100mg/ hari selama 7 hari atau mikonazol 100mg/hari selama 7 hari juga

3. Gardnerella vaginalis (vaginosis bakterialis)

  1. gejala : sebagian besar tidak ada gejala, kalopun ada paling cuma cairan vagina berbau amis seperti ikan
  2. pemeriksaan : ditemukan warna cairan putih keabuan, cair, homogen, biasanya melekat pada dinding vagina, dan jumlahnya bervariasi, pada daerah vulva atau vagina jarang ditemukan tanda-tanda peradangan, pH >4,5, whiff test positif, dan pada pewarnaan gram ditemukan clue cells, tapi jarang ditemukan leukosit.
  3. pengobatan : metronidazol atau ampicillin 4x500mg/hari selama 7 hari

4. Neiserria gonorrhea atau Chlamydia trachomatis

  1. gejala : sebagian tidak ada gejala, sebagian pasien mengeluhkan cairan vagina dengan jumlah meningkat, dan berwarna hijau kental, perdarahan intermenstrual
  2. pemeriksaan : cairan ditemukan mukopurulen, pada pemasangan spekulum serviks mudah berdarah, dan biasanya eritem, edema dan ektopi. untuk pewarnaan gram untuk gonorrhea ditemukan : bakteri diplokokus, gram (-), intra dan ekstraseluler. Pada Chlamydia dilakukan pemeriksaan serologis (ELISA) dan ditemukan antigen bakteri, pada pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan giemsa pada chlamydia ditemukan : badan elementer dan retikulat.
  3. pengobatan : doksisiklin 2x100mg/hari selama 7 hari atau tetrasiklin 4x500mg/hari selama 7 hari juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: