Posted by: Yohanes Ferdinand | September 14, 2010

Cedera Kepala


LiveJournal Tags:

Hmm, dapet pasien follow up di RSUD Banjar,dari anamnesa didapatkan pasien merupakan korban KLL (kecelakaan lalu lintas) dan didiagnosa CKS (cedera kepala sedang) ato Moderate Head Injury. Untuk klasifikasi trauma kepala sebenarnya yang paling sering digunakan adalah dengan menggunakan skala GCS (Glaslow Coma Scale). Untuk menentukan klasifikasi menggunakan GCS, biasanya saya hanya menggunakan percakapan biasa, bila pasien itu terlihat bingung ketika diajak berbicara atau terlihat selalu mengantuk, namun masih dapat melakukan perintah sederhana, maka digolongkan CKS. Sedangkan untuk mendiagnosis CKB, menurut saya lebih berguna pemeriksaan refleks pupil dan Doll’s eye (occulocephalic). Namun saya mendapatkan pembagian yang lebih mudah digunakan dalam praktiknya yaitu dengan menggunakan pembagian PTA (Post Traumatic Amnesia) atau dengan LOC (Loss of Consciousness) seperti pada tabel.

Gejala cedera kepala tergantung dari lokasinya. Hilang atau penurunan kesadaran paling sering ditemukan pada pasien KLL atau cedera kepala. Pasien yang mengalami trauma pada sisi sebelah kiri dapat mengalami kehilangan kesadaran yang lebih lama dibandingkan sisi sebelah kanan. Pasien dengan cedera kepala sedang atau berat dapat mengalami sakit kepala yang sangat mengganggu, mual dan muntah yang berulang, kejang, dilatasi satu atau kedua pupil, bicara yang meracau, atau kesulitan berbicara (aphasia), kelemahan atau rasa baal pada anggota gerak. Gejala yang baru terjadi di kemudian hari dapat berupa perubahan atau defisit dari fungsi kognitif.

Pada pasien ditemukan gejala sakit kepala yang sangat berat dan sampai mengganggu tidur, kemudian seluruh badan terasa sakit atau pegal-pegal, serta tidak bisa menggerakan kedua tungkai. Pasien juga mengeluhkan dahak yang bercampur darah. Saat diperiksa, ternyata pasien juga mengalami gangguan sensori pada kedua tungkai, dimana pasien tidak dapat merasakan bolpen yang disentuhkan pada tungkai. Saya tertarik pada gejala paraplegi pada pasien ini, yaitu keadaan dimana pasien tidak dapat menggerakan kedua tungkainya tersebut. Keluhan pasien yaitu sakit kepala berat mungkin menunjukkan adanya peningkatan TIK (tekanan intra kranial). Tanda dari TTIK sendiri termasuk penurunan kesadaran, paralisis atau kelemahan dari satu sisi tubuh, penurunan refleks pupil atau tidak ada sama sekali, dan suatu fenomena yang disebut cushing’s triad, yaitu : tekanan darah sistolik yang tinggi, depresi pernafasan, dan bradikardi. Dilatasi pupil menandakan suatu aktivitas simpatis yang berlebihan karena parasimpatis yang terganggu. Hal ini dapat menandakan kompresi atau distorsi dari saraf kranial III (okulomotor), yang dapat berasal dari massa intrakranial termasuk perdarahan otak. Bila sudah ada cushing’s triad tersebut, ditambah lagi tanda anisokor merupakan suatu manifestasi klasik dari peningkatan TIK yang sangat tinggi.

jadi, lesson of today adalah :

  1. klasifikasi cedera kepala dengan melihat klinis (kesadaran dan memberi perintah sederhana), dan pemeriksaan refleks pupil serta dolls eye jika pasien tidak sadar. Bila pasien tidak sadar lebih dari 30 menit langsung digolongkan CKS.
  2. Gejala pada cedera kepala tidak bisa ditentukan secara spesifik, tergantung lokasi.
  3. Gejala TTIK adalah penurunan kesadaran, paralisis atau penurunan refleks pupil atau midriasis.
  4. Cushing’s triad harus selalu dilihat pada setiap keadaan emergensi.
  GCS PTA LOC
Ringan 13-15 < 1 hari 30 mnt
Sedang 9-12 1-7 hari 30 mnt– 24 jam
Berat 3-8 > 7 hari > 24 jam

Responses

  1. Pak Yohanes, saya kecelakan motor, kami berdua jatuh kedua kepala kami membentur aspal, sekitar +- 1/2 jam kemudian dibagian kepala dibelakang telinga yg bagian belakang istri (yang bonceng) rada kesemutan kecil. apakah berbahaya?
    Jawaban ditunggu
    Terimakasih sebelumnya

  2. maaf pak ari saya baru lihat blog ini, sekarang saya sedang bertugas di flores timur, dan tidak ada signal di sana, apalagi untuk internetan..jadi saya baru bisa lihat sekarang. kalau melihat dari gejala itu saja sebetulnya tidak berbahaya. tanda-tanda yang harus kita perhatikan dan curigai sebagai tanda bahaya adalah bila dalam waktu setengah jam – 1 jam itu terdapat sakit kepala yang secara progresif semakin berat, kemudian mual-mual dan muntah, atau kadang terdapat penurunan penglihatan..
    mudah-mudahan dapat sedikit membantu..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: