Posted by: Yohanes Ferdinand | November 1, 2010

Katarak


Katarak adalah penyakit mata, di mana bagian lensa mata yang awalnya jernih akan menjadi keruh. Untuk mudahnya mata kita analogikan sebagai sebuah kamera, dimana kamera memiliki lensa dan filmnya, sedangkan mata memiliki lensa dan retina. Pada kamera, lensa akan memfokuskan cahaya pada film, dan jatuhnya cahaya tepat maka foto yang dicetak hasilnya akan baik. Pada katarak juga demikian, karena lensa mengalami kekeruhan maka cahaya yang jatuh di retina tidak tepat akibatnya mata tidak dapat melihat dengan jelas.

Banyak yang menjadi penyebab katarak ini, namun yang paling sering terjadi adalah karena proses degeneratif (penuaan) yang tidak bisa dihindari, disebut juga katarak senilis. Penyebab lain dapat berupa infeksi, trauma, atau penyakit kencing manis atau penyakit mata lainnya seperti glaukoma. Trauma pada matapun dapat menyebabkan katarak, sehingga bila didapatkan katarak hanya pada satu mata seharusnya lebih dicurigai karena adanya riwayat trauma pada mata.

Gejala yang paling sering dikeluhkan dari penderita katarak adalah pandangannya menjadi kabur atau seperti melihat embun atau awan, atau seperti berada di balik air terjun. Gejala lainnya dapat berupa mata yang lebih sensitif atau silau terhadap cahaya, penglihatan ganda, atau melihat adanya lingkaran di sekeliling cahaya (halo). Untuk penderita yang sebelumnya memang pengguna kacamata, maka bisa ditanyakan apakah sering berganti-ganti kacamata karena ukuran kacamata yang berubah-ubah. Nyeri bukan merupakan gejala pada katarak.

Pengobatan pada penyakit katarak ini adalah dengan pembedahan (keratoplasti), dimana prinsipnya adalah dengan mengeluarkan lensa dan isi lensa (nukleus) mata dan menggantinya dengan lensa intraokular. Terdapat 2 jenis pembedahan yang sekarang masih sering digunakan :

  1. Pembedahan ekstra kapsular, yang merupakan jenis operasi katarak yang lebih dulu ada dibandingkan jenis yang kedua. Operasi ini memerlukan waktu pemulihan lebih lama, karena dilakukan penyayatan pada kornea yang lebih besar.
  2. Fakoemulsifikasi. Jenis operasi ini lebih modern, dan waktu pemulihan juga lebih sebentar, karena sayatan yang dibuat lebih kecil.

Pencegahan untuk katarak sebenarnya belum jelas, dan belum dapat dibuktikan. Namun, penggunaan anti oksidan seperti vitamin C dan E, karotenoid, serta konsumsi buah dan sayuran yang seimbang dikabarkan dapat mencegah katarak.

Yang biasanya sering ditanyakan adalah adakah pengobatan alternatif untuk penyakit katarak ini? Sampai saat ini, pengobatan yang tepat untuk katarak tetap operasi. Tidak dianjurkan untuk menggunakan pengobatan-pengobatan alternatif seperti obat tetes mata madu karena selain resikonya lebih besar dan tidak ada buktinya dapat mengobati katarak. Ingat, mata adalah salah satu organ yang sangat penting, jangan bermain-main dengan mencoba-coba dengan pengobatan selain pembedahan. Kebayang kan kalau kita malah tidak bisa melihat sama sekali? Bila alasannya karena masalah biaya, sekarang sudah mulai banyak kok pengobatan-pengobatan katarak gratis untuk orang-orang yang kurang mampu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: