Posted by: Yohanes Ferdinand | February 22, 2011

Fluid Challenge Test


Fluid challenge test adalah suatu pengujian kepada seseorang yang (mungkin) syok hipovolemik. Dengan memberikan pasien cairan kristaloid, misalnya NaCl 0,9% sebanyak 250ml IV dengan kecepatan maksimal.

Tujuannya adalah untuk melihat respon pasien terhadap cairan yang diberikan tersebut, dengan melihat tekanan darah pasien dan urin output.

Bila pasien dengan keadaan syok, tekanan darah rendah, nadi cepat, lemah, maka dapat dilakukan fluid challenge test ini untuk melihat apakah syok pada pasien merupakan syok hypovolemik atau bukan. Bila dengan fluid challenge test ini, tekanan darah meningkat atau nadi menjadi normal, maka pasien mengalami hipovolemik. Kemudian kita juga bisa melihat urin yang dihasilkan. Bila pasien tidak menghasilkan urin (anuri) setelah challenge test, kita dapat menggunakan furosemid 100-400mg IV. Bila setelah penggunaan furosemid, pasien tetap dalam keadaan anuri, maka kemungkinan pasien mengalami Acute Tubular Necrosis.

Penulis tidak bertanggung jawab atas kebenaran tulisan ini, mohon dikonfirmasi lagi dengan membaca text book yang lebih terpercaya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: