Posted by: Yohanes Ferdinand | September 24, 2011

Nyeri Epigastrium


Nyeri ulu hati atau nyeri epigastrium merupakan keluhan yang sering sekali ditemukan dalam praktek sehari-hari. Kebanyakan didiagnosis penyakit lambung. Selain lambung ada organ lain yang menyebabkan keluhan nyeri atau rasa tidak enak di daerah epigastrik, diantaranya usus, empedu, liver, pankreas, esofagus, bahkan jantung dapat mengakibatkan keluhan itu. Sebetulnya organ-organ itu tidak spesifik mengakibatkan keluhan nyeri di daerah epigastrik, tapi umumnya perut bagian atas (kanan atas, epigastrik, kiri atas). Diantara penyakit-penyakit organ itu ada yang merupakan kasus kegawatdaruratan (perforasi ulkus duodenum/bocornya usus, appendisitis/usus buntu, kelainan empedu (batu empedu/radang kandung empedu), pankreatitis, infark miokard) dan ada yang bukan (gastritis/maag, tukak lambung, kanker lambung, tukak duodenum, hepatitis, abses hepar, kanker hepar, kanker esofagus). Pada kesempatan ini, saya ingin membahas secara singkat bagaimana mendiagnosa penyakit dengan keluhan nyeri perut bagian atas (sumber jurnal CDK dan beberapa sumber lain).

Untuk menghindari kebosanan, saya lebih memilih untuk membahas langsung membedakan penyakit-penyakit di atas.
Anamnesa mungkin sudah cukup membantu untuk membedakan kasus nondarurat. Sedangkan untuk kasus darurat, saya merasa lebih baik jika kita bergerak cepat, dengan anamnesa singkat, dan langsung ke pemeriksaan fisik.

ANAMNESA
Keluhan nyeri harus betul-betul dieksplorasi, biarkan pasien menggambarkan sendiri keluhan nyerinya itu.
1. Tanyakan bagaimana rasa nyerinya itu?
Pedih : biasanya berasal dari saluran pencernaan (gastritis, tukak lambung, kanker lambung, tukak duodenum)
Panas/rasa terbakar : bisa berasal dari saluran pencernaan, atau pankreatitis
Seperti diperas-peras : kelainan empedu
Seperti ditusuk-tusuk : pankreatitis
Berdenyut-denyut : abses hepar
Tidak spesifik/rasa tidak enak : hepatitis, kanker liver
Kalau dilihat kita bisa membedakan kasus darurat dan tidak dari anamnesa di atas. Kalau pasien saja sudah merasa “ditusuk, diperas, atau dibakar” rasa-rasanya jelas dia sangat merasa kesakitan dan itu artinya darurat!! Cepet dook!! Mungkin pasien sendiri jengkel karena dokternya kebanyakan nanya. Hehehe.. Jika hanya pedih, panas, rasa tidak enak, atau berdenyut? Masih belum gawat. =D

2. Apakah berhubungan dengan makanan sebelum nyeri muncul?
Karena kasus yang nondarurat lebih banyak penyakit saluran pencernaan, maka penting untuk menanyakan hubungannya dengan makanan.
Nyeri muncul tidak lama setelah makan : gastritis (terutama makanan pedas dan asam), tukak lambung, kelainan empedu (makanan berlemak)
Nyeri muncul saat perut kosong/lama dulu setelah makan baru muncul nyeri : tukak duodenum (justru membaik setelah perut diisi makanan)
Nyeri muncul setelah banyak minum alkohol : pankreatitis

3. Penjalaran
Mungkin ini salah satu anamnesa penting yang juga harus ditanyakan khususnya untuk kasus darurat. Pertanyaan ini harus dipikirkan bolak-balik, artinya, jika ada pasien datang dengan keluhan utama nyeri seluruh perut atau bagian perut lain, maka kita balik tanya : awalnya di mana?
Penjalaran ke punggung dan kemudian seluruh perut : perforasi tukak duodenum, dan pankreatitis (ingat, tadi kita bahas nyeri pada pankreatitis itu seperti ditusuk-tusuk, jadi kita bayangkan saja betul-betul ditusuk sehingga tembus ke punggung.=D . (Hanya untuk sedikit membantu). Kadang kelainan empedu juga menjalar sampai ke punggung.
Penjalaran ke bahu kanan : kelainan empedu dan salurannya.
Penjalaran ke perut kanan bawah : appendicitis
Penjalaran ke dada : infark miokard dan kadang-kadang kanker esofagus.

4. Keluhan lain
Adakalanya informasi dari pasien tidak cukup untuk mendiagnosis penyakit yang diderita sehingga ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu.
Penurunan berat badan (kadang pasien sendiri yang mengutarakan bahwa dirinya semakin kurus) merupakan tanda keganasan : kanker lambung, esofagus, atau liver
Badan merasa lemah dan cepat letih : hepatitis (akut) dan keganasan (bila sudah lama merasa seperti itu/kronis)
Rasa sulit atau nyeri menelan : kanker esofagus
berak,
Buang air kecil yang berwarna seperti air teh (coklat) : hepatitis dan cholangitis
Riwayat sering mencret berdarah dan berlendir (disentri) : abses hepar
Sesak, nyeri dada, pegal di lengan kiri (angina) : infark miokard

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda Vital
Tanda vital kadang sering terlewat, terutama pada kasus darurat.
Tekanan darah yang menurun dapat menandakan kasus perforasi, atau infark miokard.
Nadi yang teratur, cepat dan lemah menandakan syok seperti pada kasus perforasi/peritonitis, sedangkan jika irreguler menandakan infark miokard.
Nafas cepat juga menandakan perforasi/peritonitis, appendicitis
Suhu febris menandakan cholecystitis, cholangitis, atau jika perforasi (tukak duodenum/appendicitis) sudah mengakibatkan peritonitis.

Mata
Konjunctiva yang anemis menandakan penyakit kronis, seperti keganasan/kanker.
Sklera ikterik terdapat pada hepatitis dan cholangitis.

Status lokalis
Inspeksi :
– cullen’s sign (daerah kebiruan pada periumbilical) dan grey turner’s sign (daerah kebiruan pada bagian flank) merupakan tanda pankreatitis.
Palpasi :
– Kebanyakan kasus nyeri epigastrik atau nyeri perut atas akan didapatkan nyeri tekan. Ada beberapa teknik palpasi khusus yaitu murphy sign (palpasi dalam di perut bagian kanan atas menyebabkan nyeri hebat dan berhentinya nafas sesaat) untuk cholecystitis, rovsing sign (nyeri di perut kanan bawah saat palpasi di daerah kiri bawah/samping kiri) pada appendicitis. Nyeri lepas di perut kanan bawah pada appendicitis dan nyeri lepas di hampir seluruh bagian perut pada kasus peritonitis. Adanya defans muskular (perut tegang dan adanya tahanan dari otot perut) biasanya menandakan sudah terjadi peritonitis dan pada kasus pankreatitis.
– hepatomegaly menandakan hepatitis dan abses hepar jika hebar teraba lunak, atau ca liver jika teraba keras dan berbenjol-benjol.
– benjolan di daerah epigastrik dapat berupa kanker lambung atau pankreas.
Perkusi :
– pekak hati yang menghilang merupakan tanda khas terjadinya perforasi (tanda pneumoperitoneum, udara menutupi pekak hati)

Pemeriksaan Lainnya
– Chovstek”s sign didapatkan pada 25% pasien pankreatitis.
– Psoas sign (nyeri pada ekstensi kaki kanan), dan obturator sign (nyeri pada internal rotasi paha kanan yang difleksikan) pada appendicitis
– Colok dubur : nyeri pada perabaan di arah jam 9-11

Jika ada tambahan dari teman sejawat sekalian silakan.

Ad Maiorem Dei Gloriam – Salam Gloria


Responses

  1. sumbernya darimana ini?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: